tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy & Earning

Cara Memaksimalkan Peluang Usaha dari Proyeksi Perputaran Ekonomi Rp 5 Triliun di MotoGP Mandalika 2026

Wulan WijayaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memaksimalkan Peluang Usaha dari Proyeksi Perputaran Ekonomi Rp 5 Triliun di MotoGP Mandalika 2026
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Ajang balap internasional MotoGP Mandalika yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), diproyeksikan menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perputaran ekonomi dari gelaran MotoGP Mandalika 2026 ini mampu mencapai angka Rp 5 triliun. Angka yang sangat besar ini membuka peluang yang luas bagi para pelaku usaha, pekerja lepas, hingga penggiat ekonomi digital untuk ikut serta mengambil bagian dalam ekosistem bisnis yang tercipta. Untuk dapat memanfaatkan momentum perputaran uang tersebut, pelaku usaha perlu menerapkan strategi yang tepat, terukur, dan berbasis pada data penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Langkah pertama yang sangat krusial dalam merancang strategi bisnis adalah memahami profil dan demografi penonton yang akan hadir langsung ke sirkuit maupun yang berpartisipasi secara digital. Berdasarkan data demografi penonton ajang MotoGP Mandalika, tercatat ada sebanyak 84 persen audiens yang berasal dari dalam negeri, sementara 16 persen sisanya merupakan wisatawan mancanegara. Dengan dominasi pasar domestik yang sangat kuat, pelaku usaha dan kreator digital dapat merancang kampanye pemasaran, produk kuliner, hingga layanan jasa yang sangat relevan dengan selera pasar lokal nusantara. Meskipun demikian, keberadaan 16 persen wisatawan mancanegara tetap memberikan ruang bagi penyedia jasa untuk menawarkan layanan kelas internasional, seperti penyediaan panduan wisata berbahasa Inggris atau sistem pembayaran digital yang mendukung transaksi lintas negara.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Langkah kedua adalah memetakan sektor-sektor industri yang paling potensial untuk dimasuki. Perhelatan internasional ini secara langsung memperkuat sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif nasional. Sebagai gambaran nyata, berdasarkan gelaran MotoGP Mandalika tahun 2025, efek pengganda atau multiplier effect dari ajang ini sukses mencapai Rp 4,96 triliun. Tidak hanya itu, acara pada tahun 2025 tersebut juga berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dengan melibatkan 600 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelaku usaha skala menengah maupun kecil harus segera bersiap meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki standar kualitas pelayanan, serta mengadopsi teknologi digital agar dapat bersaing menjadi bagian dari ratusan UMKM yang bermitra dengan pihak penyelenggara di sekitar kawasan sirkuit.

Baca Juga

Rencana Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah yang Telah Berlaku 26 Tahun

Rencana Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah yang Telah Berlaku 26 Tahun

Langkah ketiga berkaitan erat dengan optimalisasi promosi digital melalui pemanfaatan eksposur global. Pada gelaran tahun 2025, ajang balap ini terbukti mampu menghasilkan Nilai Setara Iklan atau Advertising Value Equivalent senilai 361,6 juta euro yang jangkauannya menembus lebih dari 200 negara. Pelaku bisnis digital, pemasar afiliasi, hingga pengembang produk ekonomi kreatif dapat memanfaatkan besarnya sorotan dunia ke kawasan Mandalika ini. Caranya adalah dengan menggencarkan promosi secara daring, menggunakan kata kunci yang relevan dengan Mandalika, serta menawarkan produk-produk khas daerah yang bisa dipesan dan dikirim secara global. Eksposur dari ratusan negara ini menjadi aset digital yang sangat berharga jika dikonversi menjadi strategi pemasaran daring yang tepat sasaran.

Langkah keempat adalah memahami struktur penyelenggaraan acara agar mempermudah jalur koordinasi kemitraan bisnis. Perlu diketahui bahwa tahun 2026 merupakan tahun pertama penyelenggaraan MotoGP di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, telah menyatakan melalui unggahan resmi di akun Instagram @bumn_id pada hari Kamis, 30 Juli 2026, bahwa Danantara melibatkan sinergi lintas BUMN untuk mendukung Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney selaku penyelenggara acara. Pelaku usaha disarankan untuk secara aktif memantau informasi resmi dari ITDC maupun InJourney terkait prosedur pendaftaran kemitraan komersial, penyewaan gerai dagang, hingga lelang pengadaan kebutuhan logistik selama acara tersebut berlangsung.

Baca Juga

Proyek Jembatan Donat Dukuh Atas, Skema Pendanaan dan Efisiensi Mobilitas

Proyek Jembatan Donat Dukuh Atas, Skema Pendanaan dan Efisiensi Mobilitas

Langkah kelima adalah melakukan manajemen risiko yang ketat. Perlu dipahami dengan jelas bahwa target perputaran ekonomi sebesar Rp 5 triliun ini merupakan proyeksi skala makro yang diharapkan dapat berdampak besar bagi perekonomian nasional dan NTB secara keseluruhan. Angka triliunan tersebut bukanlah jaminan pendapatan pasti bagi setiap individu, penggiat digital, atau pelaku usaha tertentu yang berpartisipasi. Setiap keputusan bisnis dan kegiatan usaha tetap memiliki risiko finansial masing-masing yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, para pelaku usaha wajib melakukan persiapan modal yang terukur, menghindari spekulasi yang berlebihan, serta menyusun analisis kebutuhan pasar yang realistis agar terhindar dari kerugian saat mencoba memanfaatkan momentum MotoGP Mandalika ini.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNpeluang usahaUMKMDanantaraEkonomi KreatifMotoGP Mandalika

Berita Terbaru Lainnya

Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712 PersenPanduan Memantau Pergerakan IHSG dan Rupiah Saat Suku Bunga The Fed DitahanPanduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTNMembeli Wuling Aira EV Edisi Toy Story 5 di GIIAS 2026, Rincian Harga dan PenawaranProyeksi Kenaikan BI Rate Hingga Akhir 2026 dan Panduan bagi Pelaku Ekonomi LokalProgram Benih Unggul Gratis Kementerian Pertanian untuk 870 Ribu Hektare Lahan Perkebunan NasionalOptimalisasi Pendapatan Asli Daerah Jayawijaya Melalui Sektor Pajak dan Media VideotronMensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Prabowo di Awal Agustus

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Panduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTN

Digital Economy

Panduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTN

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap