Ajang balap internasional MotoGP Mandalika yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), diproyeksikan menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perputaran ekonomi dari gelaran MotoGP Mandalika 2026 ini mampu mencapai angka Rp 5 triliun. Angka yang sangat besar ini membuka peluang yang luas bagi para pelaku usaha, pekerja lepas, hingga penggiat ekonomi digital untuk ikut serta mengambil bagian dalam ekosistem bisnis yang tercipta. Untuk dapat memanfaatkan momentum perputaran uang tersebut, pelaku usaha perlu menerapkan strategi yang tepat, terukur, dan berbasis pada data penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Langkah pertama yang sangat krusial dalam merancang strategi bisnis adalah memahami profil dan demografi penonton yang akan hadir langsung ke sirkuit maupun yang berpartisipasi secara digital. Berdasarkan data demografi penonton ajang MotoGP Mandalika, tercatat ada sebanyak 84 persen audiens yang berasal dari dalam negeri, sementara 16 persen sisanya merupakan wisatawan mancanegara. Dengan dominasi pasar domestik yang sangat kuat, pelaku usaha dan kreator digital dapat merancang kampanye pemasaran, produk kuliner, hingga layanan jasa yang sangat relevan dengan selera pasar lokal nusantara. Meskipun demikian, keberadaan 16 persen wisatawan mancanegara tetap memberikan ruang bagi penyedia jasa untuk menawarkan layanan kelas internasional, seperti penyediaan panduan wisata berbahasa Inggris atau sistem pembayaran digital yang mendukung transaksi lintas negara.
Langkah kedua adalah memetakan sektor-sektor industri yang paling potensial untuk dimasuki. Perhelatan internasional ini secara langsung memperkuat sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif nasional. Sebagai gambaran nyata, berdasarkan gelaran MotoGP Mandalika tahun 2025, efek pengganda atau multiplier effect dari ajang ini sukses mencapai Rp 4,96 triliun. Tidak hanya itu, acara pada tahun 2025 tersebut juga berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dengan melibatkan 600 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelaku usaha skala menengah maupun kecil harus segera bersiap meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki standar kualitas pelayanan, serta mengadopsi teknologi digital agar dapat bersaing menjadi bagian dari ratusan UMKM yang bermitra dengan pihak penyelenggara di sekitar kawasan sirkuit.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Langkah ketiga berkaitan erat dengan optimalisasi promosi digital melalui pemanfaatan eksposur global. Pada gelaran tahun 2025, ajang balap ini terbukti mampu menghasilkan Nilai Setara Iklan atau Advertising Value Equivalent senilai 361,6 juta euro yang jangkauannya menembus lebih dari 200 negara. Pelaku bisnis digital, pemasar afiliasi, hingga pengembang produk ekonomi kreatif dapat memanfaatkan besarnya sorotan dunia ke kawasan Mandalika ini. Caranya adalah dengan menggencarkan promosi secara daring, menggunakan kata kunci yang relevan dengan Mandalika, serta menawarkan produk-produk khas daerah yang bisa dipesan dan dikirim secara global. Eksposur dari ratusan negara ini menjadi aset digital yang sangat berharga jika dikonversi menjadi strategi pemasaran daring yang tepat sasaran.
Langkah keempat adalah memahami struktur penyelenggaraan acara agar mempermudah jalur koordinasi kemitraan bisnis. Perlu diketahui bahwa tahun 2026 merupakan tahun pertama penyelenggaraan MotoGP di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, telah menyatakan melalui unggahan resmi di akun Instagram @bumn_id pada hari Kamis, 30 Juli 2026, bahwa Danantara melibatkan sinergi lintas BUMN untuk mendukung Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney selaku penyelenggara acara. Pelaku usaha disarankan untuk secara aktif memantau informasi resmi dari ITDC maupun InJourney terkait prosedur pendaftaran kemitraan komersial, penyewaan gerai dagang, hingga lelang pengadaan kebutuhan logistik selama acara tersebut berlangsung.
Nasabah PNM Mekaar Sulap Sampah Pasar Jadi Kerajinan Beromzet Jutaan

Langkah kelima adalah melakukan manajemen risiko yang ketat. Perlu dipahami dengan jelas bahwa target perputaran ekonomi sebesar Rp 5 triliun ini merupakan proyeksi skala makro yang diharapkan dapat berdampak besar bagi perekonomian nasional dan NTB secara keseluruhan. Angka triliunan tersebut bukanlah jaminan pendapatan pasti bagi setiap individu, penggiat digital, atau pelaku usaha tertentu yang berpartisipasi. Setiap keputusan bisnis dan kegiatan usaha tetap memiliki risiko finansial masing-masing yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, para pelaku usaha wajib melakukan persiapan modal yang terukur, menghindari spekulasi yang berlebihan, serta menyusun analisis kebutuhan pasar yang realistis agar terhindar dari kerugian saat mencoba memanfaatkan momentum MotoGP Mandalika ini.






