Sebanyak 129 korban KM Virgo Transport 8 masih dinyatakan hilang dan berada dalam proses pencarian pada hari ketiga pelaksanaan operasi SAR, Selasa (15/9). Hingga pelaksanaan operasi hari ketiga tersebut, tim SAR gabungan belum menemukan adanya penambahan korban.
Kondisi serupa juga terjadi pada operasi pencarian hari kedua, Senin (14/9), di mana tidak ada korban tambahan yang berhasil ditemukan. Dengan demikian, jumlah korban yang masih dicari tetap berjumlah 129 orang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa seluruh unsur pencarian belum mendapatkan laporan mengenai tanda-tanda keberadaan korban tambahan. Upaya pencarian tersebut telah melibatkan berbagai elemen pencarian udara, perairan laut, pelibatan masyarakat yang disebar di sejumlah titik, hingga pemantauan lalu lintas kapal yang melintas di kawasan perairan tersebut.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kendala Cuaca dan Operasi Bawah Air
Pada operasi hari ketiga, Basarnas masih memfokuskan pencarian di atas permukaan laut. Langkah tersebut diambil lantaran proses pencarian di bawah laut masih belum memungkinkan untuk dilaksanakan akibat faktor cuaca di lokasi kejadian.
Basarnas sejatinya telah menyiagakan tiga tim beserta perangkat pendukung bawah air. Namun, situasi cuaca yang tidak bersahabat di lokasi membuat personel belum bisa diterjunkan dan peralatan bawah air belum dapat dioperasikan demi keselamatan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal yang mengangkut total 243 orang鈥攖erdiri dari penumpang dan awak kapal鈥攖ersebut diketahui tengah melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Dari total 243 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan hingga Senin (14/9). Basarnas menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.






