Sebuah unggahan video dari pengamat cuaca amatir asal Kanada, Frankie MacDonald, memicu perbincangan publik setelah memperingatkan potensi gempa berkekuatan magnitudo M7,0 hingga M9,0 yang disebut akan melanda Indonesia sebelum akhir tahun 2026.
Dalam siaran langsung dari Sydney, Nova Scotia, Kanada, yang diunggah pada 3 September 2026, MacDonald mengklaim guncangan besar tersebut dapat memicu kerusakan masif di wilayah Jawa hingga Jakarta. Kendati menyebarkan peringatan tersebut ke ribuan penonton di kanal YouTube pribadinya, ia sendiri sempat menyelipkan pernyataan bahwa gempa bumi pada dasarnya tidak bisa diprediksi secara pasti.
Penegasan BMKG Terkait Prediksi Gempa
Menanggapi narasi yang berkembang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu serta lokasi gempa bumi secara tepat.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Secara statistik seismik, Wijayanto menjelaskan bahwa Indonesia rata-rata mengalami gempa berkekuatan di atas M7,0 sebanyak dua kali per tahun. Hingga Agustus 2026, frekuensi tersebut telah terpenuhi lewat dua peristiwa gempa signifikan, yakni di wilayah Flores serta Maluku Utara.
Salah satu peristiwa tersebut tercatat pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB, ketika gempa tektonik M7,6 mengguncang kawasan barat daya Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 33 kilometer dengan pusat gempa berjarak 132 kilometer arah barat laut Ternate.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh ramalan kegempaan yang tidak memiliki dasar ilmiah. Segala pembaruan informasi kebencanaan dan peringatan dini tsunami resmi hanya disalurkan melalui portal resmi BMKG, aplikasi infoBMKG, serta akun resmi @infoBMKG.






