Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi untuk membantah isu yang beredar terkait Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Belakangan ini, beredar rumor yang menyebutkan bahwa Menko PMK Pratikno tengah mengalami sakit dan berencana untuk mengundurkan diri dari posisinya di Kabinet Merah Putih. Bantahan terhadap kabar tersebut disampaikan secara langsung oleh Prasetyo Hadi pada hari Selasa (11/8) saat berada di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil untuk meluruskan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat mengenai kondisi internal kabinet pemerintahan saat ini.
Dalam penjelasannya kepada awak media, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum mendengar kabar mengenai kondisi kesehatan Pratikno yang memburuk ataupun adanya rencana pengunduran diri dari yang bersangkutan. Sebaliknya, Prasetyo Hadi memastikan secara langsung bahwa Menko PMK Pratikno saat ini berada dalam kondisi yang sehat. Ia juga menegaskan kembali bahwa hingga saat ini, tidak ada informasi apa pun yang masuk mengenai rencana mundurnya Pratikno dari jabatannya sebagai Menko PMK di Kabinet Merah Putih. Dengan demikian, isu yang menyebutkan bahwa Pratikno akan meletakkan jabatannya dipastikan tidak memiliki dasar informasi yang valid.
Spekulasi mengenai kesehatan dan keputusan mundur Menko PMK Pratikno ini tidak muncul secara tiba-tiba. Kabar miring tersebut mencuat ke publik di tengah maraknya rumor mengenai rencana perubahan susunan pengurus atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang kembali hangat diperbincangkan belakangan ini. Isu perombakan kabinet ini sering kali memicu berbagai macam spekulasi liar mengenai posisi para menteri, termasuk isu mengenai mundurnya anggota kabinet seperti Pratikno.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Menanggapi isu perombakan kabinet tersebut, Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di internal pemerintahan. Ia menyatakan bahwa sampai dengan hari Jumat (7/8), pemerintah belum memiliki rencana untuk melakukan reshuffle terhadap jajaran menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus kerja kabinet saat ini tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya agenda perombakan posisi menteri dalam waktu dekat, sekaligus menepis anggapan bahwa reshuffle akan segera dilakukan.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi menjelaskan mekanisme yang akan diambil oleh pemerintah sekiranya perombakan atau reshuffle kabinet tersebut pada akhirnya benar-benar harus dilaksanakan. Apabila perubahan posisi di dalam Kabinet Merah Putih tersebut terjadi, fokus utama dan prioritas pemerintah adalah untuk mengisi posisi-posisi jabatan yang saat ini sedang mengalami kekosongan. Langkah pengisian jabatan kosong ini dinilai lebih mendesak dibandingkan dengan mengganti pejabat menteri yang saat ini tengah aktif bertugas menjalankan fungsinya masing-masing.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Saat ini, terdapat beberapa posisi penting di tingkat wakil menteri dalam susunan Kabinet Merah Putih yang statusnya masih lowong dan belum terisi oleh pejabat definitif. Beberapa posisi yang mengalami kekosongan tersebut di antaranya adalah jabatan Wakil Menteri Pertanian serta jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurut penjelasan Prasetyo Hadi, kekosongan pada posisi-posisi wakil menteri tersebut terjadi disebabkan oleh pejabat sebelumnya yang telah berpindah posisi ke jabatan lain, atau karena adanya pejabat sebelumnya yang sedang menghadapi persoalan hukum.






