Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan berangsur mereda. Sebaran titik api yang sebelumnya terlihat di sepanjang jalur pendakian kini telah berkurang secara signifikan, meski operasi pemadaman belum sepenuhnya dihentikan.
Fokus pemadaman saat ini diarahkan ke area-area terjal yang sulit dijangkau tim darat, salah satunya di kawasan Gunung Papak yang berada di gugusan pegunungan Ijen. Pantauan udara menunjukkan masih terdapat titik api dan kepulan asap yang berpotensi membesar kembali jika tidak segera ditangani.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Untuk mengatasi titik api di medan sulit tersebut, operasi pemadaman lewat udara (water bombing) terus dikerahkan. Rata-rata helikopter melakukan sekitar 30 kali penyiraman setiap harinya. Dalam setiap manuver penyiraman, helikopter mengangkut sekitar 1.000 liter air yang diambil dari fasilitas embung milik PT Medco di kawasan Kawah Ijen.
Sementara itu, penanganan di jalur darat difokuskan pada proses mopping up atau pendinginan sisa-sisa bara api. Petugas dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 5 Banyuwangi bersama BKO Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) menyisir jalur untuk memastikan tidak ada bara api yang menyala kembali. Di samping itu, tim bersama relawan mulai membersihkan jalur pendakian dan memetakan luasan area yang terdampak agar destinasi wisata alam ini nantinya dapat dibuka kembali dengan aman bagi pengunjung.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, karhutla di kawasan Kawah Ijen terpantau mulai terjadi sejak Rabu (2/9) dengan estimasi total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare.






