Larasati Aulia Shafira Damayanti, alumnus SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, berhasil mewujudkan mimpinya menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB). Perjalanan akademiknya di perguruan tinggi negeri tersebut terwujud setelah ia terpilih menjadi salah satu dari sekitar 350 penerima program beasiswa BSI Scholarship Unggulan.
Keberhasilan ini menjadi titik balik penting bagi pemudi asal Boyolali, Jawa Tengah tersebut. Larasati tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang penuh keterbatasan. Sang ayah bekerja sebagai staf kebersihan di SMK Dwija Dharma Boyolali dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan, yang kemudian ditambah dengan upah sampingan sebagai buruh jahit. Sementara itu, sang ibu tidak dapat bekerja akibat gangguan kesehatan setelah menjalani operasi kista serta memiliki riwayat penyakit jantung. Beban ekonomi keluarga semakin besar lantaran orang tuanya juga harus membiayai kuliah sang kakak.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Melalui Tahapan Seleksi Ketat dengan Gawai Seadanya
Untuk mendapatkan pembiayaan penuh, Larasati harus melewati serangkaian seleksi BSI Scholarship Unggulan yang terdiri atas seleksi administrasi, ujian tertulis, hingga wawancara. Pada tahapan tes tertulis, ia mengerjakan sekitar 500 soal psikotes secara daring melalui platform Zoom selama empat jam penuh, terhitung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Tantangan berlanjut pada tahap wawancara di sore hari. Ketiadaan laptop sempat menjadi kendala, sehingga Larasati harus memanfaatkan perangkat ponsel seadanya untuk mengikuti sesi wawancara. Berkat persiapan dan latihan wawancara yang telah ia jalani sebelumnya, proses tersebut dapat dilalui dengan lancar. Pengumuman kelulusan pun keluar pada malam hari setelah sesi wawancara selesai, memastikan statusnya sebagai penerima beasiswa.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Melalui program BSI Scholarship Unggulan, Larasati memperoleh bantuan menyeluruh untuk menunjang perkuliahannya di ITB. Fasilitas yang diterimanya mencakup pelunasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), tunjangan biaya hidup bulanan sebesar Rp1,5 juta, pembinaan intensif, serta peluang magang di industri perbankan syariah. Program ini sekaligus menjawab kendala perangkat digital yang dialaminya lewat pemberian fasilitas laptop untuk kebutuhan studi.






