Lebih dari 50 orang investor terancam kehilangan dana total sekitar 5 juta dolar Singapura atau setara Rp70 miliar setelah terperdaya skema investasi bodong selama sekitar tiga tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah para korban melaporkan kerugian mereka ke pihak kepolisian, yang kini telah mengonfirmasi proses penyelidikan resmi terhadap para pelaku.
Kedua sosok di balik penipuan tersebut adalah Lim Jian Bin (36) dan Jason Fong Wai Hong (46). Dalam melancarkan aksinya di seminar kekayaan serta media sosial, mereka kerap memamerkan gaya hidup mewah seperti mengendarai Lamborghini dan mengenakan jam tangan mahal untuk memikat calon korban. Mereka menjanjikan imbal hasil pasti hingga 15% setiap tahunnya, sebelum akhirnya dinyatakan bangkrut secara resmi masing-masing pada April dan Juli 2026.
Jeratan Bisnis Mesin Penjual Otomatis
Di dunia maya, Lim Jian Bin menggunakan nama Takeshi Lim dan membangun citra diri sebagai mantan pengemudi taksi daring yang bertransformasi menjadi pengusaha sukses. Lim mengajak masyarakat menanamkan modal pada bisnis mesin penjual otomatis bernama Nozomii Vending yang diklaim mengoperasikan lebih dari 500 unit mesin dengan janji imbal hasil tahunan sebesar 5% hingga 10%.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Sejak 2023, lebih dari 40 investor menyetorkan dana mencapai 4 juta dolar Singapura (sekitar Rp56 miliar) ke Nozomii Vending. Salah satu korbannya adalah seorang penasihat keuangan yang menyetorkan modal hingga 484.300 dolar Singapura, dengan lebih dari separuh dana tersebut bersumber dari pinjaman bank. Korban tersebut kini masih memiliki sisa modal tertahan sebesar 196.000 dolar Singapura. Selain bisnis mesin otomatis, Lim juga menawarkan investasi properti industri dengan iming-iming bunga 5% per tahun dengan tenor tiga tahun.
Modus Properti dan Pelarian Pelaku
Pelaku lainnya, Jason Fong, tercatat memiliki keterlibatan bisnis bersama Lim saat mengelola waralaba perawatan wajah Korea pada April 2023. Fong, yang memegang posisi direktur dan kepemilikan saham di enam perusahaan di bidang konsultasi, ritel, dan pusat kebugaran, menawarkan peluang investasi terpisah pada sebuah properti seluas 134 meter persegi di Telok Blangah Heights.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Sebanyak tujuh investor menyetorkan dana dengan total 390.000 dolar Singapura (sekitar Rp5,46 miliar) setelah Fong menjanjikan dividen tahunan 15% untuk investasi senilai 50.000 dolar Singapura. Meski dividen sempat dibayarkan tepat waktu selama dua tahun pertama sejak 2023, pembayaran terhenti pada 2025. Lokasi properti tersebut faktanya hanya diisi oleh gerai penatu tanpa awak.
Saat para investor mulai mendesak pertanggungjawaban dividen pada 2025, Fong keluar dari grup obrolan WhatsApp pada September 2025. Fong kemudian terbang menuju Kuala Lumpur pada 21 Juni dan belum kembali. Mantan istri Fong yang mengambil alih salah satu perusahaannya sempat mengirimkan pesan kepada investor untuk meminta tambahan waktu dan menjanjikan pengembalian dana, sementara kepolisian terus melanjutkan proses hukum atas laporan para korban.






