Langkah nyata untuk memperluas jangkauan pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digalakkan di Surabaya. Saat ini, produk UMKM eks lokalisasi Dolly didorong tembus pasar ekspor guna meningkatkan taraf ekonomi lokal secara berkelanjutan. Dorongan ini diperkuat oleh komitmen berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo dan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang bersinergi memfasilitasi para pelaku usaha agar mampu bersaing di kancah internasional.
Upaya menembus pasar global ini menyasar kelompok usaha yang sudah mulai berkembang, seperti program Pahlawan Ekonomi. Tri Rismaharini meminta agar gerakan UMKM Gotong Royong diarahkan untuk mendampingi pelaku usaha tersebut agar naik kelas. Kendati demikian, ia mengingatkan para pelaku usaha bahwa penguatan pasar dalam negeri merupakan kunci utama yang harus dipastikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar ekspor. Risma juga menyarankan agar para pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pendekatan melalui instansi atau dinas pemerintahan saja, melainkan aktif memanfaatkan peluang lain secara mandiri.
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Level Rp 2.750.000 per Gram

Sejak awal program Pahlawan Ekonomi digagas, kemitraan dengan platform digital global telah dijalin untuk membantu pelaku usaha di Surabaya berjualan secara daring. Kini, pendampingan tersebut dipermudah melalui kehadiran Klinik UMKM Gotong Royong yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya. Program pendampingan ini memanfaatkan aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan yang aktif dan responsif. Melalui aplikasi dan klinik ini, pelaku usaha dibantu dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), proses produksi, pemasaran online, hingga pengelolaan keuangan usaha.
Kawasan Putat Jaya yang merupakan eks lokalisasi Dolly menjadi salah satu titik fokus pembinaan. Beberapa unit usaha yang lahir dari kawasan ini dan telah menunjukkan kesuksesan antara lain Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, hingga Sablon Indana Production. Keberhasilan mereka tidak lepas dari rangkaian pelatihan yang diselenggarakan, seperti pada acara Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly yang berlangsung selama seminggu dan ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus. Pelatihan tersebut mencakup sektor kerajinan (craft) seperti pembuatan dompet, rompi, dan alas kaki, serta sektor makanan (food) yang mengajarkan pembuatan nasi kotak, masakan Korea, dim sum, hingga aneka minuman.
KKI 2026 Jadi Ruang UMKM Indonesia Tumbuh, Tangguh, dan Berdaya Saing

Pemasaran produk hasil pelatihan ini dilakukan secara terintegrasi. Untuk produk kerajinan, penjualan diarahkan melalui bazar, Sentra-Sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya, serta jaringan hotel yang peduli. Sementara itu, produk makanan dipasarkan langsung lewat Bazar Kemerdekaan, aplikasi, penjualan digital, dan sedang diupayakan untuk masuk ke Sentra Wisata Kuliner milik pemerintah kota. Di tengah jalannya kegiatan, para peserta workshop juga menyuarakan aspirasi mereka dengan meminta pelatihan khusus di bidang pemasaran digital. Sektor UMKM sendiri memegang peranan krusial bagi perekonomian nasional karena menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja di Indonesia, dengan 65 persen di antaranya adalah kelompok perempuan. Selain unit usaha dari Putat Jaya, program Pahlawan Ekonomi juga diperkuat oleh kehadiran unit usaha lain yang telah eksis seperti Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies.






