Program pemberdayaan ekonomi masyarakat bagi pelaku usaha ultra mikro terus diperkuat di Indonesia. Salah satu pilar utamanya dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PNM. Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro di bawah naungan Danantara, PNM berfokus pada penyaluran modal sekaligus pendampingan terintegrasi bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan. Berikut adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan mengenai pencapaian, penyaluran dana, serta mekanisme pemberdayaan pengusaha ultra mikro oleh PNM hingga semester I 2026.
Apa itu program pembiayaan dan pemberdayaan PNM Mekaar?
Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar merupakan program utama dari PNM yang menyediakan akses permodalan tanpa agunan bagi para pengusaha ultra mikro. Sejak berdiri pada tahun 1999, PNM telah mengembangkan model pemberdayaan yang mengintegrasikan tiga elemen penting, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Melalui program ini, nasabah tidak hanya menerima dana segar untuk usaha, tetapi juga dibekali dengan pelatihan, pendampingan usaha, penguatan karakter kewirausahaan, serta literasi keuangan dan literasi digital. Mayoritas nasabah yang menerima manfaat dari program ini bergerak di berbagai sektor ekonomi akar rumput, seperti sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, serta jasa.
Berapa besar penyaluran dana dan jangkauan operasional PNM hingga pertengahan tahun 2026?
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Hingga bulan Juni 2026, PNM berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnis yang solid dengan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 32,3 triliun. Dana produktif tersebut disalurkan kepada 12,4 juta nasabah aktif Mekaar di seluruh Indonesia. Untuk memastikan penyaluran dan pendampingan berjalan lancar, operasional PNM didukung oleh infrastruktur yang sangat luas. Kinerja pada semester I 2026 ini ditopang oleh kehadiran 4.035 unit layanan. Selain itu, terdapat 62.028 tenaga pendamping yang mayoritas adalah perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.
Apa saja bentuk dukungan non-finansial yang diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro?
Selain memberikan akses permodalan, PNM sangat aktif menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah. Sepanjang semester I 2026, PNM telah menyelenggarakan 26.776 program pemberdayaan yang diikuti oleh 723.883 peserta. Pendampingan ini dirancang agar setiap nasabah mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Di ranah digital, PNM juga mengembangkan platform pembelajaran khusus yang menunjukkan tingkat pemanfaatan yang tinggi. Platform digital tersebut mencatat 5 juta kali akses dan telah diikuti oleh total 36 juta peserta.
Bagaimana dampak program ini terhadap perkembangan usaha dan pendapatan nasabah?
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

Sejak program peningkatan kelas ini berjalan pada tahun 2022 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 2.961.104 nasabah Mekaar berhasil naik kelas. Kelompok nasabah ini tercatat mampu mengembangkan skala bisnisnya dan memperoleh tambahan pendapatan dari aktivitas usaha mereka. Dari jumlah nasabah yang berhasil naik kelas tersebut, sebanyak 4.901 nasabah kini telah bertransaksi secara aktif sebagai agen BRILink Mekaar. Hal ini menjadi indikator penting adanya peningkatan kemampuan finansial dan adaptasi teknologi di kalangan pelaku usaha ultra mikro. Namun, perlu dipahami bahwa setiap usaha memiliki dinamika tersendiri. Program ini tidak memberikan jaminan kepastian pendapatan atau keuntungan yang bebas risiko, melainkan memberikan akses modal dan ilmu yang keberhasilannya bergantung pada ketekunan masing-masing pelaku usaha.
Siapa pimpinan PNM saat ini dan apa fokus manajemen ke depannya?
Saat ini, jabatan Direktur Utama PNM dipegang oleh Kindaris. Dalam menanggapi pencapaian perusahaan, Kindaris menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PNM tidak hanya dilihat dari besarnya nilai pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat. Manajemen menilai bahwa keberhasilan sejati terletak pada kemampuan nasabah untuk berkembang secara mandiri setelah menerima pendampingan. Memasuki semester II 2026, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan serta memperkuat kualitas program pemberdayaan guna mendukung ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif.






