Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan mekanisme khusus untuk penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama aktivitas belajar dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah diliburkan sementara, distribusi MBG ditiadakan, kecuali pada hari pertama ketika makanan telah terlanjur diproduksi.
Kebijakan tersebut diambil menyusul langkah sejumlah pemerintah daerah di wilayah rawan karhutla yang meliburkan kegiatan belajar tatap muka. Untuk mengatasi kendala operasional di lapangan, BGN berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga orang tua siswa.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa penyesuaian teknis ini telah dituangkan dalam standar operasional prosedur (SOP) resmi. SOP tersebut mengatur agar penanganan MBG di kawasan terdampak bencana tetap tertib, tepat sasaran, dan tidak mengganggu proses penanggulangan karhutla maupun keselamatan siswa.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

"Ini kita sudah berikan edaran SOP-nya sehingga pada saat libur sekolah, yang tidak dikasih cuma hari pertama kalau sudah terlanjur masak. Selama PJJ atau belajar daring tidak masuk sekolah, itu tidak diberikan," kata Sudaryono selepas rapat terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Sebelumnya, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sempat menghadapi situasi ketika menu makanan telah selesai dimasak, namun sekolah penerima manfaat mendadak diliburkan akibat kabut asap karhutla.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Menghadapi kondisi tersebut, BGN menginstruksikan SPPG dan pihak sekolah untuk mengoordinasikan pengambilan paket makanan oleh orang tua murid agar makanan yang telah siap saji tidak terbuang sia-sia.
Melalui koordinasi berkala antara SPPG, satgas bencana, dan pihak sekolah, operasional penyaluran MBG dipastikan langsung menyesuaikan dengan status kegiatan belajar-mengajar di setiap daerah terdampak.






