tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Strategi Ketahanan Energi India, Investasi Lepas Pantai Rp 158 Triliun dan Ekspansi Tenaga Surya

Retno PurwantoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 22.50 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Ketahanan Energi India, Investasi Lepas Pantai Rp 158 Triliun dan Ekspansi Tenaga Surya
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Dalam lanskap ekonomi global, ketahanan energi menjadi salah satu fondasi utama bagi pertumbuhan industri dan stabilitas pasar. Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Pemerintah India mengambil langkah besar dengan menggelontorkan dana sebesar US$ 8,8 miliar. Angka ini setara dengan sekitar Rp 158,65 triliun, berdasarkan asumsi nilai tukar mata uang sebesar Rp 18.029 per dolar AS. Dana dalam jumlah besar tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendanai kegiatan eksplorasi minyak dan gas di wilayah lepas pantai. Rencana eksplorasi yang sangat ambisius ini diumumkan secara resmi pada hari Jumat (31/7) atas persetujuan dari Perdana Menteri India, Narendra Modi. Sebelumnya, Narendra Modi juga sempat menyebutkan misi eksplorasi lepas pantai ini dalam pidatonya pada peringatan Hari Kemerdekaan India pada bulan Agustus tahun lalu.

Langkah investasi strategis ini diambil oleh Pemerintah India untuk menekan tingkat ketergantungan negara tersebut terhadap impor energi. Berdasarkan data yang tercatat, India saat ini menduduki posisi sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia. Tidak hanya itu, untuk komoditas Liquefied Petroleum Gas (LPG), negara tersebut juga tercatat sebagai importir terbesar kedua di tingkat global. Posisi sebagai importir utama ini membawa tantangan tersendiri karena berdampak buruk pada ketahanan energi India secara keseluruhan. Ketergantungan yang tinggi pada pasokan luar negeri membuat stabilitas ekonomi mereka rentan terhadap berbagai fluktuasi harga maupun kendala distribusi di pasar internasional.

Kerentanan ketahanan energi tersebut terbukti ketika India menghadapi gangguan besar akibat adanya pembatasan akses di Selat Hormuz. Gangguan rantai pasok ini dipicu secara langsung oleh konflik geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Merespons situasi tersebut, Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, menyatakan bahwa krisis energi yang terjadi beberapa waktu terakhir telah mendorong pemerintah untuk segera memperluas pasokan domestiknya. Eksplorasi lepas pantai yang berada di bawah yurisdiksi India ini diproyeksikan menyimpan cadangan minyak dan gas yang mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan energi nasional di masa mendatang.

Baca Juga

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Selain berupaya meningkatkan produksi domestik, New Delhi juga mengambil langkah mitigasi dengan memperluas jaringan pemasok minyak mentah dari luar negeri. Saat ini, jaringan pasokan tersebut telah diperluas hingga mencakup 41 negara di seluruh dunia. Beberapa negara utama yang kini menjadi bagian dari rantai pasok energi India termasuk Venezuela, Rusia, serta beberapa negara di benua Afrika. Mengenai potensi dari dalam negeri, Menteri Informasi dan Penyiaran India, Ashwini Vaishnaw, memberikan pandangan yang optimis. Ia menyatakan bahwa jika kegiatan eksplorasi lepas pantai tersebut dilakukan dengan benar dan terukur, India dapat mencapai tingkat produksi yang sangat substansial.

Di samping investasi besar pada sektor bahan bakar fosil, Pemerintah India juga merencanakan transisi energi yang masif melalui perluasan pembangkit energi terbarukan. Dalam strategi jangka menengah, India menargetkan penambahan kapasitas energi tenaga surya sebesar 102 gigawatt selama lima tahun ke depan. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan memanfaatkan area yang ada melalui instalasi fotovoltaik di berbagai infrastruktur, seperti waduk, kanal, dan badan air industri. Langkah ini diambil untuk melengkapi kapasitas energi surya terpasang di India saat ini, yang telah mencapai sekitar 162 gigawatt.

Baca Juga

Pengembang Properti Bangkrut, Karyawan di PHK-Ratusan Proyek Terancam

Pengembang Properti Bangkrut, Karyawan di PHK-Ratusan Proyek Terancam

Permintaan energi di India diperkirakan akan terus meningkat dengan pesat seiring dengan pertumbuhan industri dan ekonomi digital. Meskipun demikian, pemerintah tetap berupaya keras untuk mencapai target netralitas karbon pada tahun 2070 mendatang. Program ekspansi tenaga surya ini menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan pelestarian lingkungan. Ashwini Vaishnaw menjelaskan bahwa program energi terbarukan ini bertujuan untuk mencegah emisi karbon dioksida sebesar 10 juta ton. Bagi para pelaku ekonomi dan pengamat pasar global, strategi ganda India dalam mengamankan pasokan migas sekaligus berekspansi ke energi bersih memberikan wawasan berharga mengenai pengelolaan investasi dan ketahanan energi di masa depan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiEkonomi GlobalKetahanan EnergiEnergi TerbarukanIndiaMinyak dan Gas

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap