Penyusunan struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang kini berada di tangan tim formatur hasil Muktamar ke-35 NU. Tim tersebut memperoleh tenggat waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan dan mengumumkan susunan kepengurusan lengkap organisasi Islam terbesar tersebut.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan informasi tersebut menjelang agenda rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (31/8). Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial menegaskan bahwa perumusan jajaran pengurus baru sepenuhnya diserahkan kepada tim formatur yang telah disepakati forum muktamar.
Struktur Tim Formatur dan Mekanisme Baru
Dalam susunan tim formatur yang terbentuk, Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar bertindak sebagai ketua. Sementara itu, posisi sekretaris tim formatur diisi oleh Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Keduanya bersama anggota formatur lainnya bertugas menentukan formasi kepengurusan syuriyah dan tanfidziyah untuk masa khidmah selanjutnya.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Proses pergantian kepengurusan pada Muktamar ke-35 ini turut ditandai dengan perubahan regulasi pemilihan kepemimpinan tanfidziyah. Forum tidak lagi menggunakan mekanisme pemilihan langsung perorangan atau one man one vote.
Berdasarkan mekanisme baru yang diterapkan, cabang dan wilayah yang memegang hak suara mengajukan sekurang-kurangnya satu nama dan paling banyak lima nama calon Ketua Umum. Usulan nama-nama tersebut kemudian diteruskan kepada Rais Aam serta anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) terpilih untuk diproses lebih lanjut sesuai tata tertib organisasi.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Penegasan Independensi Muktamar
Selain menjelaskan tugas formatur, Gus Ipul menepis spekulasi yang menyebutkan adanya campur tangan pihak eksternal dalam suksesi kepemimpinan PBNU. Ia membantah kabar mengenai intervensi Istana Kepresidenan dalam proses penetapan Rais Aam maupun pemilihan Ketua Umum PBNU.
Gus Ipul menilai kehadiran Presiden, yang mengikuti langsung prosesi pembukaan hingga penutupan Muktamar ke-35, merupakan bentuk apresiasi luar biasa yang untuk pertama kalinya terjadi secara lengkap. Ia memastikan seluruh tahapan permusyawaratan berjalan sesuai mekanisme internal tanpa tekanan dari pihak mana pun.






